Biostater / inokulan merupakan bahan yang berbentuk padatan atau cairan yang berisi mikroorganisme
pengurai sampah organik menjadi kompos. Biostater dapat berbentuk padat dan cair. Biostater yang
berbentuk padat antara lain : kompos yang sudah jadi, kotoran ternak, dan tanah yang subur.
Biostater/ inokulen yang berbentuk cair dapat berupa mikroorganisme “pabrikan” atau dapat dibuat sendiri dari berbagai bahan organik antara lain : kulit pisang, kulit nanas, pisang, nanas, trasi, tempe, bawang merah yang difermentasikan.
Prosedur Kerja
1. Tuang air dalam 4 gelas, masing-masing gelas ditambahkan 1 sendok teh gula, aduk sampai larut.
2. Masukkan larutan gula, masing-masing dalam 1 botol.
3. Larutan gula pada botol 1 dimasukkan irisan pisang/kulit pisang.
4. Larutan gula pada botol 2 dimasukkan irisan nanas/kulit nanas.
5. Larutan gula pada botol 3 dimasukkan irisan bawang merah.
6. Larutan gula pada botol 2 dimasukkan irisan tempe.
7. Tutup semua botol (jangan terlalu rapat), agar udara tetap masuk ke dalam botol.
8. Letakkan botol di tempat teduh tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.
9. Diamkan selama 2 hari (2x24 jam).
10.Pisahkan antara air dan ampas dengan cara disaring.
11.Air dari saringan keempat botol tersebut dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam jerigen kemudian disimpan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung). Jerigen ditutup.
12.Cairan ini berfungsi sebagai starter, dan dapat disimpan sampai waktu sekitar 3 bulan.
13.Cara penggunaan biostarter untuk pemupukan dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 10 bagian air.
14.Cara penggunaan biostarter untuk pengomposan dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 5 bagian air.
15. Biostarter siap digunakan dengan cara menyemprotkan dengan sprayer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar