Minggu, 30 Desember 2012

Pengambilan Sampel Air Limbah

         Air limbah adalah air yang tidak bersih / mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau hewan. Lazimnya muncul akibat hasil perbuatan manusia ( termasuk industrilisasi ). Sisa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri, maupun tempat umum lainnya. Dan pada umumnya mengandung bahan-bahan / zat-zat yang dapat membahayakan bagi manusia serta menganggu lingkungan hidup. Kombinasi dari aliran sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran atau industry bersama-sama dengan air tanah. Air perumahan dan air hujan yang mungkin ada ( haryoto kusno putranto. 1985).jdi air buangan : air yang tersisa dari kegiatan manusia baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan air seperti industri, perhotelan dan sebagainya

Sumber Air Limbah :
1. Air limbah rumah tangga (domestic wastes water) adalah air limbah yang berasal dari pemukiman     penduduk. Pada umumnya air limbah ini terjadi dari eksreta (tinja dan air seni). Air bekas cucian dapur dan kamar mandi (terdiri dari bahan-bahan organic) yang berasal dari sumber lain seperti air hujan yang bercampur dengan air comberan dan sebagainya.
2. Air buangan industry (industial wastes water) berasal dari berbagai jenis industry akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industry. Misalnya nitrogen, sulfida, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut dan lain-lain
3. Dari perusahaan (comersial waste) air buangan yang berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat ibadah dan lain-lain. Zat-zat yang terkandung di dalam jenis air limbah ini umumnya sama dengan air limbah rumah tangga.

Karakteristik Air Limbah :
1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari sebagian kecil bahan-bahan padat asubspers terutama air limbah rumah tangga seperti sabun, sedikit berbau, kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna, bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja dan lain-lain.
2. Karakteristik kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih, bermacam-macam zat organic berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainnya.
3. Karakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organism golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.

Dampak/ Efek Air Limbah :
1. Menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit terutama kolera, typus abdominaks, disentri baciler, menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen, menjadi tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk. 
2. Menurunkan kualitas badan air dan sebagainya. Sebagai contoh menurunkan kadar oksigen terlarut, air menjadi berbau dan rasa tidak enak menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap. 
3. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan lingkungan hidup lainnya mengurangi produktifitas manusia karena orang bekerja dengan tidak nyaman dan lain-lain.


Alat dan Bahan yang diperlukan :
1. Botol timba
2. Derijen plastik ukuran 5 Liter (sebaiknya berwarna putih)
3. Botol plastik vol. 500 mL (2 buah)
4. Botol oksigen vol. 250 mL
5. Termos es untuk mendinginkan contoh
6. Tas lapangan
7. Alat tulis
8. Buku catatan (bungkus dengan plastik)
9. Alat dan Bahan untuk periksa parameter (yang diperlukan)

Cara Pengambilan :
1. Botol yang akan dipergunakan untuk mengambil sampel dibersihkan terlebih dahulu.
2. Botol dibenamkan pada kedalaman perairan yang akan diperiksa.
3. Pengambilan pertama sampel air digunakan untuk membersihkan botol sampling untuk kemudian dibuang kembali lalu diulang untuk beberapa kali.
4. Pengambilan kedua merupakan sampel air yang akan diperiksa ke dalam botol sampel untuk kemudian ditutup.

Air Bersih Yang Sehat Dengan Chlorin Diffuser

          Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, bahkan hampir 70% tubuh manusia mengandung air. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, air dipergunakan untuk keperluan makan, minum, dan pemenuhan kebutuhan lain. Namun, dibalik itu air mempunyai peranan besar terhadap penularan penyakit menular seperti kholera, thypus, dan dysentri. Besarnya peranan air dalam penularan penyakit sangat dipengaruhi oleh kualitas air itu sendiri. 
        Syarat – syarat kualitas air yang digunakan oleh masyarakat tersebut telah ditetapkan dan diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat – syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Di dalam Permenkes tersebut disebutkan bahwa kualitas air harus memenuhi syarat fisika, kimia, mikrobiologi, dan radioaktif. 
      Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas air secara mikrobiologi adalah dengan disinfeksi. Adapun disinfeksi ini dimaksudkan untuk membunuh bakteri pathogen (penyebab penyakit) yang penyebarannya melalui air, dengan cara penambahan bahan kimia. 
      Bahan kimia yang paling banyak digunakan untuk mendisinfeksi air adalah chlor dan senyawa chlor yang disebut clhorinasi. Chlorinasi di Indonesia biasanya menggunakan kaporit karena murah, mudah didapat, dan mudah penggunaannya. Untuk memudahkan dalam membubuhkan kaporit kedalam air maka dibuatlah suatu alat pembubuh kaporit yang disebut chlorine diffuser. 
Keuntungan dari model chlorine diffuser yang akan dibuat antara lain : 
1. Kualitas air lebih baik. 
2. Mengurangi kemungkinan tertularnya water borne disease. 
3. Mudah dibuat dan dioperasikan. 
4. Mampu menentukan jumlah sisa chlor sesuai dengan yang diharapkan melalui pembedaan jumlah lubang pada chlorine diffuser. 
Chlorin diffuser yang telah digunakan selama ± 10 hari, harus dilakukan penggantian kaporit dengan cara : 
1. Mengeluarkan pasir dari pipa. 
2. Mencuci pipa, dop dan pasir hingga bersih lalu dijemur hingga kering. 
3. Merakit kembali seperti semula. 

*Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan Chlorin diffuser :
Alat : 
1. Gergaji pipa 
2. Bor pipa 
3. Penggaris 
4. Ember 
5. Ayakan pasir. 
6. Paku reng
Bahan : 
1. Lem pipa 
2. Pasir kasar 
3. Kaporit bubuk 
4. Air 
5. Pipa pvc ½ 30 cm dan ¾ inch 

*Cara Pembuatan Clorin Diffuser : 
1. Memberi lubang pada pipa PVC diameter 2” dan diameter 1 ”. Pada chlorine diffuser pertama diberi 6 lubang, chlorine diffuser kedua diberi 8 lubang, dan chlorine diffuser ketiga diberi 10 lubang. Pemberian lubang menggunakan bor listrik. 
2. Memberi lubang semua dop PVC masing – masing 1 buah lubang. 
3. Menyiapkan tali tambang panjang 30 cm, membuat lubang pada jarak 5 cm pada kedua sisi pipa yang besar. Selanjutnya memasukkan ujung tali plastik untuk dibuat simpul mati. 
4. Memasukkan kaporit pada masing-masing pipa yang kecil dan menutup dengan dop. 
5. Memasukkan pipa kecil ke dalam pipa besar. 
6. Mengisi pipa besar dengan pasir kuarsa hingga penuh sambil diketok-ketok agar terjadi pemampatan. 
7. Menutup ujung pipa yang lain dengan dop PVC. 
8. Alat siap untuk digunakan.

Gambar Chlorin Diffuser siap untuk digunakan


Cara Mudah Pembuatan Biostarter Untuk Pemupukan Dan Pengomposan


Biostater / inokulan merupakan bahan yang berbentuk padatan atau cairan yang berisi mikroorganisme
pengurai sampah organik menjadi kompos. Biostater dapat berbentuk padat dan cair. Biostater yang 
berbentuk padat antara lain : kompos yang sudah jadi, kotoran ternak, dan tanah yang subur.
Biostater/ inokulen yang berbentuk cair dapat berupa mikroorganisme “pabrikan” atau dapat dibuat sendiri dari berbagai bahan organik antara lain : kulit pisang, kulit nanas, pisang, nanas, trasi, tempe, bawang merah yang difermentasikan.

Prosedur Kerja 

1. Tuang air dalam 4 gelas, masing-masing gelas ditambahkan 1 sendok teh gula, aduk sampai larut. 
2. Masukkan larutan gula, masing-masing dalam 1 botol. 
3. Larutan gula pada botol 1 dimasukkan irisan pisang/kulit pisang. 
4. Larutan gula pada botol 2 dimasukkan irisan nanas/kulit nanas. 
5. Larutan gula pada botol 3 dimasukkan irisan bawang merah. 
6. Larutan gula pada botol 2 dimasukkan irisan tempe. 
7. Tutup semua botol (jangan terlalu rapat), agar udara tetap masuk ke dalam botol.
8. Letakkan botol di tempat teduh tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung. 
9. Diamkan selama 2 hari (2x24 jam). 
10.Pisahkan antara air dan ampas dengan cara disaring. 
11.Air dari saringan keempat botol tersebut dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam jerigen kemudian disimpan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung). Jerigen ditutup. 
12.Cairan ini berfungsi sebagai starter, dan dapat disimpan sampai waktu sekitar 3 bulan. 
13.Cara penggunaan biostarter untuk pemupukan dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 10 bagian air. 
14.Cara penggunaan biostarter untuk pengomposan dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 5 bagian air. 
15. Biostarter siap digunakan dengan cara menyemprotkan dengan sprayer. 





Cara Mudah Pembuatan Biostarter Untuk Pemupukan Dan Pengomposan